About Eddy Yansen

2014newyear

 

 

 

 

 

Saya menulis program C++ pertama saya di usia 13 tahun ketika diperkenalkannya komputer oleh alharhum Ayah saya. Ketika berusia 16 tahun saya membuat website pertama untuk komunitas game Nexian dan pertama kali mendapatkan bayaran sebagai seorang programmer.

Semua berjalan tanpa rencana hingga saat saya berusia 19 tahun, saya mendirikan perusahaan IT Software saya yang pertama, yang terus berkembang hingga saat ini. Semasa kuliah di Universitas Bina Nusantara, saya juga bekerja paruh waktu sebagai instruktur di Lembaga kursus Binus Center, mengajar beberapa topik kursus terutama bahasa pemograman untuk software desain grafis seperti : Max Script untuk 3D Max dan Action Script untuk Adobe Flash. Diluar itu saya juga mengajar software desain lain seperti Adobe Photoshop dan Adobe Illustrator. Keahlian IT saya tidaklah tersia – siakan, mengingat satu proyek disambut proyek lain yang dipercayakan klien kepada saya.

Tanpa hal itu mungkin saya tidak pernah menjadi  seorang entrepreneur, tidak pernah bekerja full time di perusahaan apapun, di usia 24 tahun saya menyadari keahlian teknis saja tidak akan membawakan keberhasilan finansial dalam hidup ini. Dengan modal tabungan bertahun – tahun sebagai kuli-komputer, saya pun berangkat ke berbagai negara untuk belajar langsung dari para motivator dan entrepreneur top dunia.

Eddy with John  002

Saya belajar langsung dari Anthony Robin (Motivator), Robert Kiyosaki (Financial Guru), Brian Tracy (Sales Guru), Donald Trump (Entrepreneur) dan yang terpenting adalah saat saya mengikuti sebuah seminar kepemimpinan di Singapore, dimana pembicaraan 15 menit antara saya dengan sang pembawa seminar telah mengubah hidup saya selamanya. Beliau adalah John C Maxwell ( Guru Kepemimpinan No.1 di Dunia ). Dengan petunjuk dan arahan beliau, saya pun berhasil menjadi bagian dari John C Maxwell Certified Coach & Trainer termuda di Indonesia.

Berbekal ilmu tersebut, usaha saya melejit dan dalam 2 tahun saya menembus angka psikologis 1 juta dollar USD pertama saya di usia 26 tahun. Saya pun menikah tidak lama kemudian di usia 27 tahun dan dikaruniai seorang putri yang cerdas nan cantik.

Saya beranggapan bahwa bisnis sebaik apapun, selama ini adalah ilusi permainan kapitalis yang tidak pernah akan kokoh bertahan lintas generasi tanpa pengetahuan sesungguhnya. Dan kapitalis akan selalu tertarik dan menunggu lahirnya teknologi ataupun penemuan baru. Saya tidak pernah tertarik menjadi seorang pedagang, namun sejak duduk di sekolah dasar menjadi seorang ilmuwan adalah cita – citaku. Saya percaya hanyalah menjadi scientific based entrepreneur, kita bisa bertahan lintas generasi.

Selama beberapa tahun terakhir, saya melanjutkan perjalanan hidup saya sebagai seorang ilmuwan, dimana saya kembali mengejar berbagai keilmuwan yang ada. Permasalahan yang ingin saya pecahkan sebenarnya sederhana, sebagai seorang entrepreneur juga marketer, memahami bagaimana cara berpikir konsumen dan apa yang memotivasi mereka adalah tujuan penelitianku. Ketika dari satu pelajaran berbuah kelanjutan ke pelajaran lainnya, maka dimulailah babak baru dalam hidupku.

Semua bermula dari pelajaran psikologi dengan DR. Anderson Smith dari Georgia Institute of Technology, saya mendapatkan intipan pertama tentang betapa hebatnya otak manusia, dan begitu menyedihkannya spesies kita karena begitu sedikit yang kita ketahui dan pahami tentang otak kita sendiri. Pelajaran berlanjut untuk memenuhi rasa ingin tahuku, saya belajar banyak sekali mengenai otak manusia, cara kerjanya yang telah kita ketahui hingga instrumen yang memungkinkan untuk mengintip ke dalam alam bawah sadar kita.

Saya mendapatkan certificate di bidang Statistical Analysis of Brain fMRI Data dari Johns Hopkins University, dimana mentor saya Martin Lindquist, PhD, MSc. Yang kemudian akhirnya memperkenalkan saya lebih mendalam ke dunia consumer neuromarketing. Bagaimana memanfaatkan pemahaman pada psikologis, alam bawah sadar dan juga brain-imaging technology untuk memahami perilaku konsumen dan mengapa mereka membeli sesuatu.

Dalam berbagai kesempatan, dimana akhirnya saya dapat belajar langsung dari beberapa neuroscientist ternama dunia, Dr. Jennifer M. Groh, Ph.D, Thomas Zoëga Ramsøy, PhD dan terakhir Prof. Gemma Calvert dari Nanyang Technological University, sebagai salah satu pioneer dan founder dari industri neuromarketing ini sendiri, yang juga memberikan saya certificate di bidang Consumer Neuromarketing.

Saya percaya sebagai seorang berpendidikan dasar computer science, bahwa untuk memecahkan dan memahami kompleksitas cara kerja pikiran kita tak lain dengan menirukan seluruh cara kerja otak kita ke dalam mesin. Hal ini menyambung kepada pelajaran yang saya dalami saat ini, yaitu machine learning & artificial intelligent. Melalui beberapa kesempatan online saya pun terhubung dan belajar langsung dengan Prof. Pedro Domingos ( Univ of Washington ), Andrew Ng, PhD ( Chief Scientist of Baidu ) dan lewat pertemuan langsung dengan Nathan Marz, Prof.Tjipta Lesmana (UPH) memberikan perspektif dan pencerahan tersendiri pada proses penyelesaian penelitianku.

SONY DSC

SONY DSC

Di balik semua kekurangan saya sebagai manusia tentu ingin rasanya dapat menyelesaikan studi Doktoralku sebelum usia genap 35 tahun menghampiri.

Tentu juga saya memiliki impian yang sederhana sebagai seorang ilmuwan, bahwa ketika pemikiran manusia telah dapat dipahami, maka kemampuannya dapat ditingkatkan. Hanya dengan kemampuan berpikir yang ditingkatkan dengan berbagai cara termasuk massive computing power di dalamnya, maka kemungkinan kita untuk memahami dunia sekitar kita akan semakin baik. Dan tidaklah tidak mungkin, ultimate goal saya adalah akhirnya kita bisa menjawab pertanyaan filosofis pertama seluruh spesies kita .. Who We Are ?. 

 

[ Baca Tulisan Eddy Disini >> ]

[ Undang Eddy sebagai Pembicara >> ]

Share on Google+Share on FacebookShare on LinkedInTweet about this on Twitter
0

Leave Comment

0 Comments

Leave Reply

Do you want to write something?