Academic Article & Writings

Game Media Literacy

Pesatnya pertumbuhan teknologi digital dan perangkat elektronik dalam 10 tahun terakhir , jelas membawakan perubahan pada bagaimana anak – anak kita mengkonsumsi media. Bukanlah lagi hal aneh kita melihat anak – anak berumur 4 tahun di mall sedang bermain dengan tablet IPAD kesayangannya, hal ini memberikan sebuah pertanyaan penting kepada kita semua bahwa seberapa jauh anak – anak kita dalam literasi media atau melek media ?

Bagaimana mereka, anak – anak kita siap memisahkan nilai – nilai baik dan buruk dari sebuah permainan peperangan ? apakah nilai yang didapatkan dari bermain sebuah permainan yang menonjolkan pencurian, pembunuhan bahkan kejahatan sebagai tokoh utama ? sebagai pengguna media game, seberapa jauh seseorang menguasai pembuatannya dan menjadi game media literate ?

Silahkan baca dan download selengkapnya di : http://adf.ly/1I5s4G

untuk karya tulis lainnya bisa kunjungi Academia.edu Eddy Yansen.

Sumber Daya Kerumunan dalam Media Massa

Sumber daya kerumunan ( bahasa inggris : Crowdsourcing ) adalah  suatu usaha atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang ataupun organisasi untuk mendapatkan layanan, ide ataupun konten yang diinginkan dengan menawarkannya kepada masyarakat melalui internet, baik dengan imbalan tertentu ataupun tidak. ( Merriam-Webster.com, 2012 ).

Silahkan download dan baca selengkapnya di : http://adf.ly/1I5r77

untuk karya tulis lainnya bisa kunjungi Academia.edu Eddy Yansen.

Peluang atau Ancaman Teknologi Digital terhadap Industri Musik

Perkembangan teknologi digital selain membawakan dampak positif ke dalam industri musik karena mempercepat proses produksi dan efisiensi dalam penyebaran, sebaliknya  juga membawakan ancaman terhadap industri musik sendiri khususnya dalam hal pencurian hak cipta dan hak distribusi yang adalah sumber penghasilan dari industri musik.

Kasus pembajakan dalam industri musik sebenarnya bukanlah isu baru. Dimulai dari proses duplikasi kaset hingga CD sebenarnya bukanlah sebuah usaha yang sulit bagi pecinta musik. Bahkan hingga hari ini CD musik bajakan masih dengan mudah bisa di temukan di mall – mall. Namun dengan hadirnya teknologi digitalisasi music memang telah membuat proses duplikasi menjadi instan dan penyebaran melalui internet yang sulit dibendung.

Silahkan download dan baca selengkapnya di : http://adf.ly/1I5qN8

untuk karya tulis lainnya bisa kunjungi Academia.edu Eddy Yansen.

Pengaruh Media Baca Digital terhadap Pendidikan Masyarakat

Saat ini kita bisa melihat banyaknya aplikasi yang ditawarkan sebagai aplikasi baca buku atau majalah digital, baik di Google Play maupun Apps Store. Dengan aplikasi ini, kini kita tidak lagi membutuhkan majalah, Koran maupun buku secara fisik, melainkan kita kini bisa membaca senyaman dan serupa dengan memegang buku fisik, lewat tablet seperti IPAD dan SAMSUNG TAB, maupun tab lainnya.

Namun apakah membaca pada buku fisik ( analog ) dapat digantikan dengan membaca buku secara digital ?. Kita bisa menemukan masih banyak kalangan masyarakat yang lebih menyukai dan mendukung membaca secara analog dibandingkan secara digital. Perkembangan teknologi digital jelas memberikan manfaat dari sisi ekonomis, selain hemat secara uang juga hemat secara ruang. Dan bila dipandang dari sisi lingkungan, membaca buku digital tentu saja lebih ramah lingkungan dibandingkan membaca buku yang masih terbuat dari kertas.

Silahkan download dan baca selengkapnya di : http://adf.ly/1I5ppE

untuk karya tulis lainnya bisa kunjungi Academia.edu Eddy Yansen.

Pengaruh Perkembangan Teknologi Nirkabel 4G terhadap pemikiran kognitif masyarakat dalam komunikasi.

Tidak dapat dipungkiri, sejak pertama kali teknologi komunikasi digital mobile 1 Generation (1G) diperkenalkan pada tahun 1981 oleh Nordic Mobile Telephone hingga generasi terakhir 4G yang telah di standarisasi oleh IMT Advanced pada tahun 2012, telah terjadi lompatan perubahan dalam bagaimana kita berkomunikasi dalam kehidupan sehari – hari.

Dalam hubungannya dengan teori komunikasi Social Learning & Cognitive, lahirnya teknologi nirkabel, 2G, melahirkan sebuah generasi baru dengan pemahaman  bahasa komunikasi yang baru pula. Yang sering kali tidak dapat dimengerti oleh generasi sebelumnya yang tidak mengadopsi pembelajaran baru tersebut. Beberapa contoh perubahan misalnya kita terbiasa menyingkat kata “untuk” dengan “u/”, “u” atau “utk”, bahkan tidak jarang kita melihat orang menggunakan “4” untuk menggantikan kata “for” atau juga berarti “untuk”.

Masyarakat mulai meninggalkan SMS, kita biasa melihat bagaimana kebiasaan mengirim SMS perlahan – lahan terkikis karena kini masyarakat terbiasa berkomunikasi tanpa batas karakter dengan biaya yang flat. 

Silahkan download dan baca selengkapnya di : http://adf.ly/1I5p9P

untuk karya tulis lainnya bisa kunjungi Academia.edu Eddy Yansen.

 

Page Navigation