Think Tank

Selamat Hari Raya Waisak 2015

Sebuah refleksi di hari waisak, hari kemenangan, hari tercerahnya pangeran Sidharta. 

Inilah kesunyataan pertama, kelahiran membuat kita terjebak kembali dalam roda samsara.
Lewat 5 indra dan pikiran, kita terus tergiur untuk menikmati indahnya dunia.
Dan lewat dunia pula, kita menderita karena kehilangan kenikmatan tersebut.
Hidup adalah penderitaan yang tidak dapat dihindari.

Inilah kesunyataan kedua, penderitaan ini tidak lenyap ketika kematian menjemput.
Bagai roda yang berputar, kita memulai kehidupan lain di waktu yang lain.
Adalah penyebab semua ini, dia bernama kegelapan batin.
Kebodohan yang hanya dapat ditembus dengan cahaya kebijaksanaan.

Inilah kesunyataan ketiga, ketiga pangeran Sidharta, menyadari jalan melenyapkan penderitaan.
Bagai kecapi yang dipetik melantunkan melodi yang indah, hanyalah latih diri jalan pembebasan.
Tidak terlalu keras, juga tidak terlalu santai.
Menyadari setiap momen tarikan nafas, menghentikan putaran karma yang terus berlanjut.

Inilah kesunyataan keempat, ketika semua makhluk bertekad dapat menjadi seorang Buddha.
Jalan telah ditunjukan oleh-Nya, Tekad telah dibulatkan oleh kita.
Belajar dan berlatih di lautan godaan yang berombak ini.
Sudah saatnya kita berhening, berhenti, dan tercerahkan.

( Eddy.Yansen @ gmail dot com )

 

Page Navigation